PLT Dukuh Banyon Kunjungi RT 83, Dorong Pengelolaan Tanah Kas Desa untuk Kebun Warga dan Pengelolaan Sampah Terpadu

Banyon, Pendowoharjo, Sewon, Bantul — 23 Agustus 2026

Pelaksana Tugas (PLT) Dukuh Banyon, Ibu Maya Fitrianingsih, berkunjung ke lingkungan RT 83 pada Minggu, 23 Agustus 2026. Kunjungan tersebut dalam rangka melakukan pengukuran tanah kas desa milik Kalurahan Pendowoharjo yang sebagian lahannya direncanakan untuk dikelola oleh RT 83.

Pengelolaan lahan tersebut merupakan salah satu tindak lanjut dari program Pengelolaan Sampah Terpadu RT 83. Rencananya, sebagian tanah kas desa akan dimanfaatkan sebagai kebun warga sehingga pupuk organik yang dihasilkan dari pengolahan sampah melalui komposter dapat langsung dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman.

Dengan konsep tersebut, pengelolaan sampah tidak hanya berhenti pada kegiatan memilah dan mengolah sampah, tetapi dapat dikembangkan menjadi sebuah kawasan produktif yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

Mendorong Pembentukan Pengurus Pengelolaan Sampah

Dalam kesempatan tersebut, PLT Dukuh Banyon juga mendorong agar program pengelolaan sampah RT 83 memiliki susunan pengurus yang jelas dan resmi, serta dapat disahkan melalui Kantor Kalurahan Pendowoharjo.

Pembentukan kepengurusan ini menjadi penting sebagai dasar pengelolaan program secara berkelanjutan, termasuk dalam menjalin kerja sama dengan pemerintah maupun pihak lain.

Selain untuk memperjelas pembagian tugas dan tanggung jawab, susunan pengurus pengelolaan sampah tersebut juga akan menjadi salah satu dokumen pendukung proposal pengadaan gerobak sampah yang akan diajukan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul.

Dengan adanya kepengurusan yang resmi, diharapkan program pengelolaan sampah RT 83 memiliki kelembagaan yang lebih kuat sehingga dapat memperoleh dukungan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pengelolaan sampah di lingkungan warga.

Menuju Kawasan Pengelolaan Sampah yang Produktif dan Menyenangkan

Ke depan, Pengelolaan Sampah Terpadu RT 83 diharapkan tidak identik dengan tempat yang kumuh atau penuh sampah. Sebaliknya, kawasan tersebut diharapkan dapat ditata menjadi ruang hijau sekaligus tempat refreshing warga yang memiliki berbagai fungsi.

Konsep yang ingin dikembangkan antara lain:

  • Pengelolaan sampah terpadu;
  • Kebun warga
  • Pengolahan sampah organik menjadi kompos/pupuk;
  • Kolam;
  • Peternakan;
  • Ruang terbuka hijau;
  • Area untuk bersantai dan refreshing warga.

Dengan konsep tersebut, kawasan pengelolaan sampah diharapkan dapat menjadi contoh bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat memberikan nilai tambah sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, produktif, dan nyaman.

Ke depan, kawasan ini juga diharapkan dapat ikut mendukung potensi wisata sore di RT 94, Kampung Ngrompang, Dusun Banyon, Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul.

Pengukuran Dibantu Warga RT 83

Kegiatan pengukuran tanah turut dibantu oleh warga RT 83, Bapak Pramanto, yang kebetulan berdinas di bidang survei dan memiliki pengalaman menggunakan peralatan survei tanah.

Dalam kegiatan tersebut digunakan alat survei magnetik tanah tangan (magnetometer detector) untuk membantu proses survei dan pengukuran kondisi lahan.

Keterlibatan warga dalam kegiatan ini menjadi bentuk semangat gotong royong dalam mendukung rencana pengembangan tanah kas desa dan program pengelolaan sampah terpadu di RT 83.

Ditutup dengan Makan Bersama

Setelah kegiatan pengukuran tanah selesai, acara dilanjutkan dengan makan bersama antara PLT Dukuh Banyon dan warga RT 83.

Suasana kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan. Selain membahas pemanfaatan lahan dan pengelolaan sampah, pertemuan juga menjadi sarana mempererat komunikasi dan hubungan antara pemerintah wilayah dengan warga.

RT 83 berharap rencana pengelolaan tanah kas desa, pembentukan kelembagaan pengelolaan sampah, serta pengembangan kawasan Pengelolaan Sampah Terpadu dapat terus berjalan melalui kerja sama antara warga, pengurus RT, Pemerintah Kalurahan Pendowoharjo, DLH Kabupaten Bantul, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Dari sampah menjadi pupuk, dari lahan menjadi kebun, dari gerobak menjadi pelayanan, dan dari kebersamaan menjadi lingkungan yang produktif.

Scroll to Top